Mediaciber.net.Kediri – Kepala SMPN 1 Purwoasri, Puguh Supratiknyo, memberikan penjelasan lebih rinci terkait isu dana yang sempat dipersoalkan. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak berkaitan dengan pemotongan honor tenaga kependidikan, melainkan mekanisme internal sementara untuk menutup kebutuhan operasional sekolah pada saat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum cair.
Menurutnya, kondisi keterlambatan pencairan dana BOS memang kerap menimbulkan tantangan tersendiri bagi sekolah dalam menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, pihak sekolah mengambil langkah antisipatif berupa talangan operasional agar kebutuhan mendesak, seperti kegiatan pembelajaran, administrasi, dan layanan siswa, tetap dapat berjalan normal tanpa mengganggu proses pendidikan.
“Ternyata tidak ada pemotongan. Itu pengembalian sebagian dana talangan operasional karena BOS belum cair,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Ia juga menekankan bahwa mekanisme tersebut dilakukan secara terbuka dalam lingkup internal dan tidak disertai unsur pemaksaan kepada tenaga honorer.
Puguh memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat memahami situasi yang terjadi, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan secara sepihak.
Bahkan, ia menyebut komunikasi yang dilakukan setelah munculnya pemberitaan merupakan bagian dari klarifikasi internal untuk mencegah kesalahpahaman yang lebih luas.










