Nyekar Jelang Ramadan, Ikhtiar Doa untuk Leluhur dan Berkah bagi Sesama

admin
Img 20260217 Wa0028

Ia mengatakan, tradisi nyekar bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga bentuk kasih sayang yang tidak terputus kepada keluarga yang telah tiada. Banyak peziarah datang bersama anak-anak mereka, mengajarkan arti doa, penghormatan, dan mengenang jasa orang tua.

Di lapak sederhana beratap terpal itu, bunga mawar merah, putih, kenanga, dan melati tersusun rapi dalam keranjang. Setiap bungkus yang terjual bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari doa dan harapan para peziarah.

“Semoga yang sudah meninggal diberi tempat terbaik, dan yang masih hidup diberi kesehatan serta umur panjang,” tambahnya pelan.

Ramainya tradisi nyekar menjelang Ramadan di makam Centong pun menjadi gambaran kuatnya nilai budaya dan spiritual masyarakat. Di antara doa-doa yang dipanjatkan, terselip pula harapan sederhana para pedagang agar rezeki terus mengalir, seiring datangnya bulan penuh berkah.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!