“Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, kita berharap dapat bersama-sama mewujudkan Kabupaten Kediri yang Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Gus Abidirrochman. Ia menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi harus dipahami dan diamalkan sebagai petunjuk hidup umat manusia.
Menurutnya, bulan suci Ramadan merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, baik dengan memperbanyak membaca, menghafal, maupun mentadabburi maknanya.
Selain itu, ia juga mengajak umat Islam untuk memperbanyak ibadah lain seperti shalat, bersedekah, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.
“Dengan memperbanyak sedekah, hati kita akan menjadi kaya. Kita akan lebih mampu merasakan kesedihan dan kesulitan orang lain,” tuturnya.
Ia menambahkan, Al-Qur’an juga mendorong umat Islam untuk terus belajar, membaca, serta meningkatkan kualitas diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, diharapkan seluruh ASN dan masyarakat Kabupaten Kediri semakin memahami, mencintai, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kebahagiaan dan keberkahan hidup tidak hanya diraih di dunia, tetapi juga di akhirat.(sinyo)












