Ia juga mengapresiasi keterlibatan para pemuda dari berbagai kecamatan yang turut berpartisipasi dalam pembuatan dan parade ogoh-ogoh. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar festival budaya, tetapi juga memiliki nilai religius dan tradisi spiritual bagi masyarakat Hindu.
“Penilaian dilakukan oleh tim juri independen yang kami datangkan dari luar Kediri, di antaranya dari unsur dinas kebudayaan serta perwakilan dari Malang dan kawasan Tengger,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Kediri, Yuliono menjelaskan bahwa pelaksanaan festival telah disesuaikan dengan situasi bulan Ramadan agar tetap menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga telah melalui koordinasi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Kediri sehingga dapat berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan.
“Berdasarkan rapat koordinasi dengan FKUB Kabupaten Kediri, kegiatan ini tetap dilaksanakan karena memiliki tujuan yang baik, yaitu mempererat toleransi dan saling menghargai antarumat beragama,” ujarnya.(sinyo)












