Respons masyarakat pun mengalir hangat. Rasa haru dan ucapan terima kasih menjadi bukti bahwa kehadiran TNI benar-benar dirasakan.
Salah satu warga Kelurahan Singonegaran, Tutik, mengaku bantuan tersebut sangat berarti di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
“Kami sangat berterima kasih. Kehadiran bapak-bapak TNI ini membuat kami merasa diperhatikan,” tuturnya.
Lebih dari sekadar berbagi, kegiatan ini menjadi jembatan kebersamaan. Ramadan dimaknai sebagai ruang untuk menumbuhkan empati, memperkuat solidaritas, dan merajut kedekatan antara aparat dan masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak hanya saat Ramadan. Karena kebersamaan dan kepedulian itulah yang menjadi kekuatan utama dalam membangun masyarakat,” pungkas Kapten Dwi Agus.
Di tengah kesederhanaan, zakat yang disalurkan menjadi simbol kuat, bahwa kepedulian nyata selalu menemukansis jalannya dan di bulan Ramadan, ia hadir lebih terasa.(sinyo)












