“Intervensi tidak hanya pada pencari kerja, tapi juga dunia usaha. Kita dorong investasi masuk agar lapangan pekerjaan terus tumbuh,” tegasnya.
Keseriusan itu tercermin dari dukungan anggaran yang tidak kecil. Pemerintah Kabupaten Kediri menggelontorkan lebih dari Rp14,44 miliar untuk program penurunan TPT, mencakup pelatihan kerja, penempatan tenaga kerja, hingga fasilitasi pengembangan usaha.
Tak berhenti di situ, Pemkab Kediri juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui penyusunan roadmap tenaga kerja makro 2026–2030, pemberian insentif dunia usaha, serta percepatan kemudahan perizinan investasi.
Mas Dhito menargetkan tren positif ini terus berlanjut hingga mampu menembus angka pengangguran di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur.
“Harapannya setelah saya purna nanti, angka pengangguran Kabupaten Kediri bisa di bawah rata-rata provinsi yang saat ini sekitar 3,88 persen. Saat ini kita sudah berada di bawah rata-rata nasional,” ungkapnya.
Penurunan TPT menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberpihakan nyata pada masyarakat pencari kerja. Pemerintah Kabupaten Kediri pun optimistis, dengan kolaborasi dunia usaha dan peningkatan kualitas SDM, masa depan ketenagakerjaan di Kediri akan semakin kompetitif dan inklusif.(sinyo)












