“Kami akan kawal ini bersama. Setelah ini, kami akan komunikasi ke provinsi hingga pusat. Tidak menutup kemungkinan sowan ke Ibu Gubernur, lalu ke Kementerian PU,” lanjut Mas Dhito.
Nada tegas juga disampaikan Warsubi. Ia menilai kemacetan di Mengkreng bukan lagi isu lokal, melainkan persoalan regional yang berdampak luas terhadap arus logistik dan mobilitas masyarakat.
“Ini masalah tahunan yang terus berulang. Tidak bisa lagi ditunda. Kami sepakat ajukan proposal bersama dalam waktu dekat,” ujarnya.
Sementara itu, Marhaen Djumadi menekankan langkah konkret sudah disiapkan. Tim teknis lintas daerah mulai dari PUPR, Bappeda hingga Dinas Perhubungan langsung digerakkan untuk menyusun dokumen usulan.
“Target kami jelas, minggu depan proposal sudah rampung dan siap diajukan,” tegasnya.(sinyo)












