“Kalau di rumah bisa bersih, kenapa di sekolah tidak? Sekolah itu rumah kedua. Kalian habiskan setengah hari di sini,” katanya.
Aries menekankan bahwa kebersihan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pendidikan karakter. Ia meminta seluruh warga sekolah membiasakan meninggalkan kelas dalam kondisi bersih setiap hari.
“Jangan tunggu besok untuk bersih. Sore ini harus sudah rapi, supaya besok siap dipakai belajar,” pesannya.
Mantan Pj Wali Kota Batu itu memastikan tidak akan berhenti pada teguran. Ia berjanji akan kembali mengecek langsung kondisi sekolah dalam waktu dekat.
“Saya akan datang lagi. Saya ingin lihat, ini berubah atau tidak,” pungkasnya.
Aksi “sapu tangan” Kadindik ini menjadi pesan tegas: pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tapi juga soal disiplin, tanggung jawab, dan keteladanan nyata.(sinyo)












