“Ini bukan sekadar pelanggaran teknis, tapi sudah masuk pembiaran sistematis. Kalau truk-truk itu jelas-jelas overload dan tetap beroperasi tanpa tindakan, publik berhak bertanya: ada apa dengan pengawasan kita?” tegas Tubagus. Kamis (30/4/2026).
Ia juga menyoroti dampak jangka panjang dari aktivitas tersebut terhadap keselamatan dan keuangan daerah.
“Kerusakan trotoar hari ini bisa jadi jalan rusak besok. Siapa yang tanggung? Ujung-ujungnya uang rakyat lagi. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi cermin lemahnya kontrol di lapangan. Jika dibiarkan, bukan hanya trotoar yang menjadi korban, tapi juga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan aturan.
Pemerintah daerah dan aparat terkait didesak segera turun tangan, melakukan penertiban, serta menindak tegas pelanggaran muatan berlebih yang berpotensi merusak fasilitas umum dan membahayakan pengguna jalan.(sinyo)












