Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian meja kerja guru sebagai bentuk keteladanan.
“Guru itu bukan hanya mengajar, tapi juga menjadi contoh. Hal sederhana seperti meja kerja yang rapi itu punya dampak besar. Siswa melihat, meniru, dan menjadikannya kebiasaan,” katanya.
Lebih lanjut, Aries menekankan bahwa profesionalisme guru tidak hanya tercermin dari kompetensi mengajar, tetapi juga dari sikap, kedisiplinan, dan konsistensi dalam menjaga lingkungan kerja.
“Kita ingin sekolah menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan. Kalau gurunya disiplin, lingkungannya tertata, maka proses belajar akan lebih efektif. Ini bukan hal besar, tapi dampaknya sangat besar untuk jangka panjang,” tambahnya.
Ia juga mendorong seluruh warga sekolah untuk membangun budaya bersih dan rapi secara kolektif, bukan hanya tanggung jawab individu tertentu.
“Budaya itu dibangun bersama. Mulai dari kepala sekolah, guru, hingga siswa harus punya kesadaran yang sama. Kalau ini berjalan konsisten, saya yakin kualitas pendidikan kita akan semakin baik,” ungkap Aries.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi pihak sekolah untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola lingkungan pendidikan, demi menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, disiplin, dan berkelanjutan dalam membentuk generasi masa depan yang unggul.(sinyo)












