Petani Ngadiluwih Curhat Sulit Dapat Alat Panen, Mas Dhito Siapkan Combine Harvester

admin
Img 20260507 Wa0016

Pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas harga hasil panen agar petani tetap sejahtera tanpa memberatkan masyarakat.

“Kami masih bisa terus memberikan bantuan baik alat maupun kuota pupuk yang tidak terkurangi. Jadi harus di harga yang petani bahagia, masyarakat pun juga tetap bahagia,” ujarnya.

Selain persoalan alat panen, Mas Dhito juga meminta Dinas Pertanian segera menangani serangan hama yang mulai menyerang lahan pertanian warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, menyebut Ngadiluwih menjadi salah satu wilayah prioritas pengembangan pertanian, khususnya komoditas tebu dan jagung.

Tahun ini, Pemkab Kediri menyiapkan bantuan bongkar ratun tebu seluas 650 hektare dengan total anggaran sekitar Rp9,1 miliar.

“Itu tiap hektar akan dibantu benih dengan nilai Rp10 juta dan harian ongkos kerjanya Rp4 juta. Kalau saya nominalkan, Ngadiluwih tahun ini untuk petani tebu akan ada bantuan sekitar Rp9,1 miliar,” jelas Sukadi.

Selain itu, bantuan benih jagung sebanyak 3,3 ton senilai sekitar Rp280 juta juga akan disalurkan kepada petani selama Mei hingga Juni 2026. Pemerintah daerah turut membangun sumur submersible, jaringan irigasi, jalan usaha tani, hingga menambah bantuan alat pertanian bagi kelompok tani di Ngadiluwih.

“Ini sebagai bentuk program prioritas bupati, yaitu pupuk tersedia, petani bahagia. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan petani,” tandasnya.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!