Mediaciber.net.Kediri – Sekitar 2.000 pencari kerja memadati Job Fair 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Kediri pada 6–7 Mei 2026 di Convention Hall Simpang Lima Gumul. Mereka bersaing memperebutkan peluang kerja dari 42 perusahaan yang membuka rekrutmen langsung di lokasi, dari total 44 peserta.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, menegaskan bahwa job fair ini bukan sekadar ajang informasi lowongan, melainkan “pasar kerja” yang mempercepat pertemuan pencari kerja dengan dunia usaha.
“Bukan hanya pameran, tapi langsung ada proses rekrutmen. Bahkan beberapa perusahaan melakukan seleksi hingga wawancara di tempat,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Ia menyebut kebutuhan tenaga kerja saat ini didominasi sektor teknisi dan operator seiring meningkatnya aktivitas industri. Karena itu, kesiapan keterampilan menjadi faktor utama.
“Perusahaan tidak hanya melihat ijazah, tapi juga skill dan sikap kerja. Ini yang terus kami dorong melalui pelatihan,” tambahnya.
Pelaksanaan job fair secara hybrid juga memperluas akses bagi pelamar dari luar daerah.
Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Kediri, Sony Subroto Maheri Laksono, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong penyerapan tenaga kerja melalui konsep pentahelix.
“Ini bukan kerja satu pihak. Harus ada sinergi antara pemerintah, dunia usaha, pendidikan, media, dan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran strategis lembaga pendidikan dalam menyiapkan SDM siap kerja, serta pentingnya peran media dalam mengawal program secara objektif dan konstruktif.












