Mediaciber.net.Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) kembali menggelar Kontes Ternak Sapi Potong 2026 sebagai langkah strategis untuk menghidupkan kembali ekonomi peternak sekaligus memperkuat daya saing ternak lokal. Kegiatan yang digelar sejak Selasa (5/5/2026) ini menjadi sinyal kebangkitan sektor peternakan di daerah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, M.Si, menegaskan bahwa kontes ternak bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan peternakan berbasis edukasi dan pasar.
“Ini adalah momentum kebangkitan. Kami tidak hanya menampilkan ternak terbaik, tetapi juga membuka ruang pembelajaran sekaligus peluang ekonomi bagi peternak,” ujarnya.
Ajang ini menjadi yang pertama sejak terakhir digelar pada 2019, menandai fase pemulihan sektor peternakan yang sempat mengalami penurunan signifikan, baik dari sisi produksi maupun distribusi.
Sebanyak 134 ekor sapi dari 26 kecamatan ambil bagian dalam kontes ini. Jumlah tersebut merupakan representasi ternak unggulan dari total populasi sapi potong Kabupaten Kediri yang mencapai sekitar 215 ribu ekor.
Kontes dibagi menjadi tiga kategori utama, yakni sapi Peranakan Ongole (PO), sapi hasil persilangan melalui inseminasi buatan (IB), serta kategori bobot ekstrem. Pada kategori ekstrem, bobot sapi terberat bahkan mencapai 1 ton 214 kilogram.
“Kami memberikan perhatian serius pada sapi PO sebagai plasma nutfah asli Indonesia. Ini bukan sekadar ternak, tetapi aset genetik yang harus dijaga agar tidak tergeser oleh sapi non-lokal,” tegas Tutik.
Dari sisi ekonomi, kontes ini diproyeksikan mampu mendorong perputaran uang hingga sekitar Rp6 miliar. Dengan kisaran harga sapi potong antara Rp65 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram, sektor peternakan tetap menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
Menjelang Hari Raya Iduladha, DKPP juga memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk Rumah Potong Hewan (RPH) yang mampu melayani hingga 40 ekor per hari guna menjamin kesehatan, higienitas, dan keamanan pangan.
“Kami mengimbau masyarakat dan panitia kurban untuk memanfaatkan fasilitas RPH agar proses penyembelihan lebih aman, sehat, dan sesuai syariat,” tambahnya.












