Ditinggal Ibu, Ditelantarkan Ayah: Nenek di Kediri Banting Tulang Rawat Tiga Cucu, Mas Dhito Turun Tangan

admin
Img 20260508 Wa0015

“Alhamdulillah dapat bantuan, pikirannya agak berkurang, bebannya juga agak berkurang,” ungkap Sholikah dengan mata berkaca-kaca.

Tak sekadar memberi bantuan sementara, Mas Dhito memastikan Pemkab Kediri akan membantu usaha kecil yang selama ini menjadi tumpuan hidup Sholikah.

“Ibunya ini bisa bikin sambal pecel dan madu mongso. Itu yang akan kita bantu secara masif, sekaligus kita dampingi supaya bisa mengelola keuangan dengan baik dan memiliki pendapatan tetap,” kata Mas Dhito.

Selain itu, rumah Sholikah yang sebagian atapnya rusak juga masuk perhatian pemerintah daerah. Perbaikan rumah direncanakan segera dilakukan karena kondisi bangunan dinilai tidak layak, terutama saat hujan dan angin kencang.

Dalam kesempatan itu, Mas Dhito juga melontarkan pernyataan tegas terkait kewajiban seorang ayah terhadap anak-anaknya.

“Saya tidak ada toleransi seorang bapak tidak menafkahi anaknya. Itu wajib hukumnya,” tegasnya.

Pemkab Kediri bahkan mempertimbangkan akses pendidikan bagi cucu pertama Sholikah melalui program Sekolah Rakyat agar masa depan anak tersebut tetap terjamin.

Di tengah hidup yang serba kekurangan, Sholikah tak meminta banyak. Ia hanya ingin ketiga cucunya tumbuh sehat dan memiliki kehidupan yang lebih baik.
“Semampu saya, anak-anak tetap saya usahakan,” tuturnya.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!