Sentra UMKM SLG Mulai Melenceng? Lapak Disewakan, Area Kuliner Diduga Jadi Lokasi Miras

admin
Img 20260529 Wa0021

Mediaciber.net.Kediri,

Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) di Kabupaten Kediri selama ini dikenal sebagai ikon wisata kebanggaan daerah. Selain monumen megah yang kerap disebut mirip Arc de Triomphe di Paris, kawasan ini juga menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat melalui Sentra PKL dan UMKM yang dibangun Pemerintah Kabupaten Kediri.

Di atas kertas, kawasan tersebut memang dirancang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Terdapat zona kuliner, pusat oleh-oleh, hingga area wisata keluarga yang ramai dikunjungi warga setiap akhir pekan. Tujuan awalnya jelas: menyediakan ruang usaha yang tertata bagi pelaku UMKM lokal agar bisa berkembang dan menjadi daya tarik wisata daerah.

Namun kondisi di lapangan kini mulai menuai sorotan tajam.
Sejumlah lapak yang semestinya diperuntukkan bagi pelaku UMKM asli diduga berubah fungsi menjadi ladang bisnis baru bagi oknum tertentu. Banyak kios disebut tidak lagi dikelola langsung oleh penerima awal, melainkan disewakan kembali kepada pihak lain demi meraup keuntungan pribadi.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar: apakah sentra UMKM masih benar-benar berpihak kepada pelaku usaha kecil, atau justru mulai dikuasai pihak tertentu yang menjadikannya aset komersial pribadi?

Yang lebih memprihatinkan, area kuliner yang seharusnya menjadi ruang wisata keluarga kini disebut-sebut mulai tercoreng oleh dugaan aktivitas penjualan minuman keras. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat resah, terlebih kawasan SLG selama ini dikenal sebagai destinasi publik yang ramai dikunjungi anak-anak dan keluarga.

Aktivis senior Kediri, Khoirul Anam, melontarkan kritik keras terhadap kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah daerah tidak boleh tutup mata terhadap dugaan penyimpangan yang terjadi di kawasan sentra UMKM.

“Kalau benar lapak UMKM diperjualbelikan atau disewakan kembali, itu sudah menyimpang jauh dari tujuan awal pembangunan. Negara hadir untuk membantu rakyat kecil, bukan menciptakan ruang bisnis baru bagi para spekulan,” tegas Khoirul Anam, Jumat (29/5/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!