Tim Damkar Pos Pare mengerahkan dua unit armada untuk mengendalikan situasi dan mencegah api menjalar ke permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi.
Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan rumah warga, kendaraan, dan berbagai aset lain bernilai ratusan juta rupiah dari ancaman kebakaran.
Kebakaran terbesar terjadi di Kecamatan Tarokan. Sejak sore hingga malam hari, api melahap lahan tebu di Dusun Pilangbangu, Desa Tarokan.
Peristiwa itu pertama kali diketahui warga yang melintas di sekitar lokasi. Berdasarkan dugaan sementara, api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan ke area perkebunan.
Kondisi daun tebu yang kering ditambah embusan angin kencang membuat kobaran api dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan.
Total lahan yang terbakar mencapai sekitar 5,5 hektar, terdiri dari sekitar 1 hektar milik PG Mrican dan sekitar 4,5 hektar milik warga bernama Hendrik.
Petugas pemadam kebakaran harus berjibaku selama lebih dari empat jam untuk memadamkan api sepenuhnya. Kerugian akibat kebakaran lahan tebu tersebut diperkirakan mencapai Rp 275 juta.
Pelaksana Tugas Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, memastikan seluruh kejadian berhasil ditangani tanpa korban meninggal dunia.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai potensi pemicu kebakaran, mulai dari instalasi listrik yang tidak aman, aktivitas pembakaran terbuka, hingga kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.
“Potensi kebakaran bisa muncul dari hal-hal yang terlihat sepele. Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Kaleb.(sinyo)












