Sementara itu, kendaraan pribadi dan sepeda motor dapat menggunakan rute Simpang Empat Alun-Alun, Jalan Brigjen Katamso, Simpang Empat Baruna, dan Jalan Kaliombo sebagai jalur pengganti.
Dishub juga menggandeng Satlantas Polres Kediri Kota serta pihak pelaksana proyek untuk menempatkan petugas di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan guna memberikan informasi dan arahan kepada pengguna jalan yang masih belum mengetahui adanya penutupan akses tersebut.
Momentum libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan awal penutupan jembatan turut menjadi faktor meningkatnya kepadatan lalu lintas. Banyak pengendara yang masih melintasi jalur tersebut karena belum mendapatkan informasi mengenai perubahan arus kendaraan.
Sebagai bentuk antisipasi, petugas gabungan akan disiagakan secara intensif selama dua pekan ke depan. Selain pengaturan langsung di lapangan, Dishub juga membuka kemungkinan penyesuaian durasi lampu lalu lintas apabila antrean kendaraan di titik tertentu mengalami peningkatan signifikan.
Pemerintah Kota Kediri juga telah memasang rambu-rambu penunjuk jalur alternatif di sejumlah lokasi untuk membantu masyarakat menentukan rute perjalanan yang lebih efektif selama masa rehabilitasi berlangsung.
Masyarakat yang mengalami kendala di perjalanan atau menemukan persoalan terkait lalu lintas dapat melaporkannya melalui layanan Lapor Mbak Wali 112.
Arief mengingatkan bahwa kelancaran arus lalu lintas selama masa pembangunan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kedisiplinan pengguna jalan.
“Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga keselamatan dan disiplin berlalu lintas. Dari pemantauan di lapangan, kepadatan sering kali dipicu oleh pengendara yang saling mendahului, memotong jalur, dan tidak tertib. Dengan saling menghormati sesama pengguna jalan, lalu lintas akan lebih lancar dan semua dapat sampai tujuan dengan selamat,” pungkasnya.(sinyo)












