Mediaciber.net.Kediri – Selama enam hari terakhir, wajah Kota Kediri tercoreng persoalan klasik yang kembali mencuat: sampah menumpuk di berbagai sudut kota. Dari permukiman hingga titik-titik Tempat Pembuangan Sementara (TPS), tumpukan kian menggunung dan memicu keluhan warga.
Pemerintah Kota Kediri akhirnya angkat bicara. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Indun Munawaroh, menyampaikan permohonan maaf terbuka atas terganggunya layanan persampahan.
Namun, ia menegaskan, kondisi ini bukan akibat kelalaian pemerintah, melainkan buntut dari situasi di lapangan yang tak terkendali.
“Selama enam hari ini memang terjadi gangguan. Tapi kami pastikan, tidak ada niatan sedikit pun untuk mengabaikan pelayanan. Ini murni karena akses ke TPA terhambat,” tegas Indun dalam konferensi pers. Selasa (7/4/2026).
Indun mengungkapkan, krisis ini dipicu aksi pemblokadean akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) oleh warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto sejak Kamis lalu.
Akibatnya, armada pengangkut sampah tak bisa beroperasi normal. Dampaknya langsung terasa: TPS di berbagai titik penuh, bahkan meluber hingga ke jalan.
Situasi ini memperparah wajah kota dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jika tak segera ditangani.












