Ditinggal Ibu, Ditelantarkan Ayah: Nenek di Kediri Banting Tulang Rawat Tiga Cucu, Mas Dhito Turun Tangan

admin
Img 20260508 Wa0015

Medisciber.net.Kediri.

Kisah pilu datang dari Kabupaten Kediri. Di usia senja, Sholikah, warga Kecamatan Kandat, harus memikul beban berat merawat tiga cucunya seorang diri setelah putrinya meninggal dunia. Lebih menyayat hati, ayah dari ketiga anak tersebut disebut tak lagi menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga.

Di rumah sederhana dengan kondisi memprihatinkan, Sholikah kini menjadi satu-satunya sandaran bagi tiga cucunya. Anak pertama yang berusia tujuh tahun bersiap masuk sekolah dasar, sementara dua lainnya masih balita kembar berusia dua tahun empat bulan yang masih membutuhkan susu dan popok setiap hari.

“Semua saya pikir sendiri. Anak saya yang kecil masih SMA, sementara saya harus mengurus tiga cucu,” ujar Sholikah lirih.

Putri Sholikah, Nurdika Natasha, meninggal dunia sekitar sebulan lalu di usia 25 tahun. Sejak saat itu, hidup keluarga tersebut berubah drastis. Di tengah himpitan ekonomi, Sholikah harus berjuang dari pagi hingga malam demi memastikan cucu-cucunya tetap makan.

Untuk bertahan hidup, ia membuat sambal pecel dan madu mongso, bahkan bekerja sebagai buruh slipan dengan penghasilan tak menentu, hanya sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per hari.
Jumlah itu jelas jauh dari cukup.

“Kadang ada rezeki entah dari mana. Yang penting anak-anak tetap bisa makan dan minum susu,” katanya sambil menahan haru.

Kondisi memilukan itu akhirnya menyita perhatian Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito. Ia turun langsung menemui Sholikah sekaligus menyerahkan bantuan sosial dan memastikan keluarga tersebut mendapat pendampingan dari pemerintah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!