Petani Bengawan Gagal Panen dan Merugi, Anggota DPRD Gerinda Menilai Penanganan Bencana di Lamongan Lambat

admin
Img 20221027 Wa0169

Mediaciber.net. Lamongan – Petani Bengawan Jero Lamongan terancam gagal panen dan merugi. Pasalnya tanaman padi sawah yang menjadi harapan petani itu tenggelam akibat tanggul kali yang berada di Desa Pomahanjangan dan Kepudibener jebol. Hal tu mendapat sorotan tajam dari Anggota DPRD Lamongan Anshori. Karena ia mendapat laporan dari masyarakat Bojoasri, Pomahanjangan dan Kepudibener yang mana tanaman padi gagal panen akibat terendam. Bahkan ia turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi melihat tanaman padi yang belum bisa di panen itu terpaksa di diamkan.

“Iya mas’ setelah kmarin kita cek lokasi tanggul jebol, tadi pagi kita banyak dapat laporan dari masyarakat Bojoasri, Pomahanjangan dan Kepudibener yang tanaman padi di sawahnya gagal panen akibat tanaman padinya tengelam, karena belum bisa di panen ya terpaksa di biarkan. ada juga yang memanen lebih dini yang mengakibatkan panennya tidak maksimal atau merugi,” kata Anshori , Kamis (27/10/2022).

Petani di Bengawan Jero saat ini sangat menjerit akibat banyak yang gagal panen, padahal ini harapan satu-satunya setelah kemarin mereka kebanjiran 6 bulan dan hasil tambaknya merugi. Politis asal Partai Gerindra ini berharap kondisi petani ini mendapat respon cepat dan kebijakan yang tepat dari pemerintah daerah.

“Tadi kami tanya, apakah udah terdaftar asuransi pertanian, mereka menjawab ada yang belum terdaftar di asuransi pertanian, ada juga yang sudah terdaftar. Saya minta Dinas pertanian segera turun ke lapangan, mendata petani yang gagal panen atau merugi, yang sudah terdaftar asuransi petani segera di kawal untuk mendapatkan ganti rugi, yang belum terdaftar segera di koordinasikan supaya mereka bisa terdaftar asuransi pertanian,” pintanya.

lebih lanjut Anshori Anggota DPRD Gerindra lamongan ini menilai Pemerintah Daerah lambat mengantisipasi lebih dini bencana banjir, dan tentu ini merugikan masyarakat yang terdampak bencana banjir. Seharusnya tegas Anshori, Pemerintah daerah sudah mengantisipasi lebih dini karena sejak awal bulan curah hujan tinggi.
Selain itu, Anshori juga menyesalkan kenapa mutasi di PU SDA tidak langsung di tempati kepala dinas definitif, dan hanya di isi PLT sampai akhir Desember. Apalagi lebih parahnya PLT ini rangkap jabatan dengan kepala BPBD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!