Kemelut Perumda Kabupaten Nganjuk Masih Menyisakan Tanda Tanya..?? Apakah Penetapan Hanya Satu Tersangka Direktur…!!

admin
Img 20231202 Wa0068

Mediaciber.net.Nganjuk – Pembentukan Badan Usaha Milik Pemerintah Daerah Nganjuk bertujuan untuk meningkatkan laju perekonomian daerah serta menambah pendapatan asli daerah, penganggaran dalam pengembangan unit-unit usaha di Perumda ini tidak main main dengan nilai yang sangat fantastik besarannya.

Dalam penganggaran yang di setiap tahunnya dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) guna meningkatkan produktifitas dan efektifitas kinerja Perumda Nganjuk, akan tetapi dalam pelaksanaannya Perumda Nganjuk diduga penuh dengan rekayasa, pasalnya saat di periode Desember 2021 itu Desi sebagai salah satu direksi yang mengundurkan diri dan menyisakan satu direksi di Perumda dalam era kepemimpinan Bupati Novi Rahman Hidayat.

Pada tahun 2021 di bulan Agustus diadakan fit and proper test terkait pengangkatan direksi, dari hasil seleksi tersebut terpilih tiga direksi Perumda yaitu Desi, Jaya, Deni di era kepemimpinan Plt. Bupati Marhaen Djumadi dan sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) di Perumda Kabupaten Nganjuk.

Pasca terpilihnya jajaran direksi tersebut memulai membuat Rencana Kerja Anggaran (RKA) pada tahun 2021 di bulan Desember dan terealisasi di tahun 2022 di bulan Maret dengan pencairan sebesar 1,7 milyard, pengalokasian anggaran di bagi untuk beberapa unit usaha yang didirikan oleh Perumda Kabupaten Nganjuk.

Perlu diketahui bersama unit usaha yang dijalankan oleh Perumda Kab. Nganjuk diantaranya apotek, hotel, percetakan, perkebunan, …. yang setiap sirkulasi kegiatan hingga management keuangan harus terlaporkan ke direksi, Dewas (Dewan Pengawas) hingga KPM (Kuasa Pemilik Modal).

Dalam perjalanannya Perumda Kab. Nganjuk mengalami permasalahan hingga menyeret salah satu direktur Perumda Kab. Nganjuk di meja hijaukan, sebut saja Jaya yang saat ini sudah ditetapkan menjadi tersangka dikarenakan korupsi. Dan saat ini struktur direksi di Perumda hanya dua orang.

Ditempat terpisah saat media ini mendatangi kantor Perumda Kab. Nganjuk untuk menggali keterangan lebih memdalam kemelut di tubuh Perumda hingga diduga mengorbankan salah satu direktur, akan tetapi sangatlah disayangkan dua direktur hingga bendahara saat itu tidak ada di tempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!