Mediaciber.net.JAKARTA – Center for Budget Analysis (CBA) sangat prihatin dengan kondisi lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi KPK saat ini. Mulai dari kasus Firli Bahuri sampai yang terbaru kasus pungutan liar di rutan KPK.
Kasus pungutan liar di Rutan KPK menciptakan ketidakpercayaan terhadap lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberantas korupsi. Keterlibatan 93 pegawai KPK menunjukkan adanya kelemahan sistem pengawasan internal.
Fakta bahwa pemberi pungli memberikan fasilitas kepada tahanan, seperti memesan makanan dan menggunakan handphone, merusak integritas lembaga. Hal ini menciptakan narasi bahwa keadilan dapat dibeli di dalam lembaga yang seharusnya menegakkan keadilan.
Tarif pungli yang mencakup pengisian daya ponsel hingga memasukkan ponsel ke dalam rutan menjadi cerminan korupsi yang meresap pada tingkat yang mengkhawatirkan. Praktik semacam ini memperlihatkan bahwa bahkan di lembaga anti-korupsi pun, prinsip-prinsip moral bisa dikesampingkan.










