Mediaciber.net.Kediri – Tradisi berburu takjil saat Ramadhan berdampak pada peningkatan volume sampah di Kabupaten Kediri. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri mencatat lonjakan ini terutama berasal dari penggunaan wadah plastik untuk makanan dan minuman yang dijual di bazar takjil.
Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subroto, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (Kabid PSLB3) Arman Fuadi , mengatakan bahwa volume sampah selama Ramadan selalu mengalami kenaikan.
Berdasarkan data yang dihimpun, dalam 13 hari Ramadan, jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai 1.523.570 kilogram atau 1.523 ton, dengan rata-rata 117 ton per hari.
“Setiap Ramadan, volume sampah pasti meningkat. Banyak orang membeli makanan dalam kemasan sekali pakai, terutama plastik. Ini yang menjadi tantangan bagi kami,” ujarnya, Rabu (19/3).
Peningkatan volume sampah paling terlihat di kawasan perkotaan seperti Pare dan Simpang Lima Gumul (SLG), serta taman-taman yang sering dijadikan lokasi berbuka puasa bersama. Sampah plastik dari kantong, wadah styrofoam, dan botol minuman banyak ditemukan berserakan setelah waktu berbuka.
Untuk mengurangi dampak ini, DLH Kabupaten Kediri menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih sadar dalam mengelola sampah.












