“Ibaratnya, arca ini sudah lama tertimbun, lama enggak diperhatikan. Saya bersihkan, saya ucapkan terima kasih. Semoga Allah memberi berkah dan kesehatan untuk warga di sini,” ujarnya haru.
Menanggapi penemuan ini, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menyampaikan bahwa arca telah diamankan sementara oleh pihak desa untuk menjaga keutuhan dan keselamatannya.
“Penemuan ini akan kami tindak lanjuti bersama tim Balai Pelestarian Kebudayaan. Kami mengimbau warga agar tidak memindahkan atau mengubah posisi temuan sebelum proases kajian selesai. Arca seperti ini merupakan bagian penting dari warisan sejarah kita,” ujarnya.
Sementara itu, Eko Priyatno, Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri, mengungkap bahwa arca ini memiliki empat muka dan diduga kuat merupakan arca Brahma.
“Letaknya sekitar 300 meter dari Situs Tondowongso. Berdasarkan karakteristiknya, arca ini kemungkinan besar berasal dari masa Kerajaan Kahuripan, sekitar abad ke-10 hingga 11 Masehi. Sangat mungkin merupakan bagian dari kompleks percandian Tondowongso,” jelasnya.
Penemuan ini kembali memperkuat posisi Tondowongso sebagai situs penting dalam peta sejarah Jawa Timur, setelah sebelumnya ditemukan berbagai struktur candi dan artefak yang dikaitkan dengan masa pemerintahan Airlangga.
Masyarakat sekitar diminta untuk tidak memindahkan atau mengubah posisi temuan, serta melaporkan temuan serupa kepada pihak berwenang demi pelestarian warisan budaya bangsa.(sinyo)












