Mediaciber.net.Malang – Hasil klarifikasi pemanfaatan /pemilih sampah reject plastik yang beredar di media sosial tik tok,tentang pembakaran batu kapur yang menggunakan sampah reject plastik,sudah tidak ada lagi yang menggunakan sampah reject plastik sesuai dengan pernyataan (Terlampir).
Hal itu di sampaikan onwer PT Alam Sinar H.Ropii Iswahyudi pada kamis tgl 4/12/2025,Hasil sidak di lapangan bersama Muspika tanggal 30 november 2025,adalah bahwa sampah tersebut adalah dari pabrik perusahaan lainnya dari 100% yang ada di desa sumberjo dan desa gampingan tumpukan sampah yang ada,hanya 10% nya dari PT Ekamas Fortuna.sisa sampah yang masih ada kami ambil dan diangkat ke PT alam sinar di tampung di gudang RDF dengan titik koordinat Lat-8.191031,Long112.545122.Sementara PT Ekamas fortuna saat ini belum bisa mengeluarkan sampah hasil produksi tersebut
dikarenakan menunggu izin dari pihak KLHK atau dari direktur PLB.3NB.3/BPLH di jakarta.
Saran dari bapak kyai, karena menyangkut hajat kebutuhan orang banyak dan sudah menjadi sumber mata pencaharian untuk hidup sehari hari,yang sudah di tekuni selama kurang lebih 30 (tiga puluh)tahun,maka lebih baik pemilahan sampah di pindahkan ke dalam PT Alam sinar,dalam keadaan tertutup sehingga tidak ada lagi pengiriman sampah kepada Masyarakat secara terbuka,
untuk menghindari pembakaran liar yang di larang oleh pemerintah.
Selain hal tersebut supaya tidak menimbulkan pemikiran negatif dari para pemanfaat/pemilah sampah reject plastik yang jumlahnya kurang lebih 1.281 pemilah dan supaya PT Ekamas Fortuna dapat beraktifitas dengan aman,kondusif dan lancar.












