Mediaciber.net.Kediri – Lautan manusia memadati kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Jumat pagi. Namun mereka bukan datang untuk berwisata atau berswafoto. Seribu peserta dari berbagai unsur turun langsung ke lapangan, menyapu, memungut, dan mengangkut sampah dalam aksi Korvei Kerja Bakti sebagai implementasi Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Jumat (13/2/2026).
Gerakan kolosal ini melibatkan OPD, TNI-Polri, pelajar SMA/SMK, paguyuban PKL, hingga komunitas relawan. Ruang terbuka hijau (RTH), jalur pedestrian, kawasan ruko, hingga bantaran sungai di sekitar SLG menjadi sasaran pembersihan serentak.
Untuk memastikan gerakan tak sekadar simbolik, kawasan dibagi menjadi tujuh zona strategis. Setiap zona dikomandoi koordinator lapangan dengan dukungan lintas instansi, memastikan tak ada satu pun sudut yang luput dari sapuan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Muhammad Solikin, mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan aksi ini adalah langkah konkret membangun budaya bersih berbasis kesadaran kolektif.
“Hari ini adalah wujud nyata Gerakan Nasional Indonesia ASRI. Persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Penyelesaiannya harus dari hulu dari kita sebagai produsen sampah,” tegasnya.
Zona 1 menyisir RTH Simpang Tugu, melibatkan DLH, Satpol PP, Inspektorat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan hingga Bank Sampah Induk.
Zona 2 bergerak di sisi jalan depan RTH bersama DPMPTSP, Sekretariat DPRD, dan BPBD.
Zona 3 membersihkan area sekitar Bank Daerah dan RSUD SLG dengan dukungan Bakesbangpol, DKPP, PDAM, serta BUMD.
Zona 4 difokuskan pada jantung SqLG hingga kawasan ruko, diperkuat TNI dan Dinas Kominfo.
Zona 5 menyapu Jalan Taman Hijau bersama Polri, PKK, GOW, dan Dinas Sosial.












